Awalnya hanya merasa tidak nyaman jika berada di tempat yang sempit,tertutup dan beratap rendah,seperti di dalam lift atau basement.
Di ancot-pun Space favoritnya di pojok belakang yang nempel ke kaca biar bisa liat keluar,klo ancot yang penuh pasti duduk d pintu biar ga pengap
(ga keren bgt ya sample’y ancot,harap maklum saya ancoters... =p )
Lama-lama semakin aneh,jika berada di tempat seperti itu dada serasa sesak,dan ingin cepat-cepat keluar,jika lebih dari hitungan menit,keringat dingin mulai bercucuran.
Akhir-akhir bulan ini semakin terasa aneh,ada yang tidak beres,phobia-kah?
Dan akhirnya saya pun browsing dan menemukan satu kata CLAUSTROPHOBIA,,kata ini baru pertama kali saya tau,ternyata itu adalah salah satu jenis phobia,yaitu phobia dalam ruang sempit/tertutup.
Saya cocokan satu persatu gejalanya,dan ternyata memang benar sesuai dengan apa yang saya alami.
Apa itu fobia..???
Fobia adalah ketakutan yang berlebihan dan tidak masuk akal akan sesuatu hal, baik itu benda atau situasi yang sebenarnya tidak atau sedikit mengandung bahaya sehingga dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Fobia biasanya digolongkan menjadi 3 kategori, yaitu:
• Fobia spesifik
Seperti fobia terhadap tempat sempit atau tertutup (klaustrofobia),fobia terhadap binatang tertentu seperti ular atau serangga, ketinggian (akrofobia), dan lain-lain.
• Fobia sosial
• Fobia akan tempat terbuka (agorafobia)
Agorafobia merupakan ketakutan akan tempat –tempat umum, seperti pusat perbelanjaan, dan lain-lain.
Sebanyak 19,2 juta orang berusia 18 tahun ke atas di Amerika diperkirakan mempunyai fobia spesifik. Biasanya, gangguan ini dimulai pada masa kanak-kanak.
Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan dan tanpa alasan pada suatu hal atau fenomena yang pada dasarnya tidak membahayakan bagi orang secara umum, akan tetapi individu tersebut bertindak irasional dan mengalami peningkatan kecemasan yang tidak lazim dibandingkan orang lain yang mengalami situasi yang sama.
Kata “phobia” sendiri berasal dari istilah Yunani “phobos” yang berarti lari (fight), takut dan panik (panic-fear), takut hebat (terror). Istilah ini memang dipakai sejak zaman Hippocrates.
Phobia-phobia itu dipandang sebagai emosi-emosi substitusi dan seringkali disebut neurosis yang ditekan (repressed neuroses). Ketakutan itu menimbulkan sesuatu hal yang tak menyenangkan dan telah ditekan dalam lubuk jiwa kita. Dengan kata lain phobia itu punya fungsi tertentu, yakni menyembunyikan atau mengalihkan suatu rasa takut yang seluruhnya berbeda yaitu rasa takut yang pernah sangat menyakitkan kesadaran kita. Jadi phobia merupakan suatu pelarian diri dari sejumlah konflik psikis dari dalam diri kita.
Gejala-gejala phobia
- Rasa pusing
- Susah untuk bernafas
- Tidak sadarkan diri
- Merasa tidak berada di alam kenyataan
- Takut akan kematian
- Susah untuk bernafas
- Tidak sadarkan diri
- Merasa tidak berada di alam kenyataan
- Takut akan kematian
Jenis phobia
Secara umum, terdapat 3 macam phobia, yaitu:
1. Ketakutan untuk berada dalam suatu situasi sosial atau berinteraksi dengan orang lain.
2. Ketakutan berada disuatu tempat tertentu atau tempat yang terletak diluar ruangan.
3. Ketakutan akan bermacam-macam benda seperti ular, laba-laba atau burung.
1. Ketakutan untuk berada dalam suatu situasi sosial atau berinteraksi dengan orang lain.
2. Ketakutan berada disuatu tempat tertentu atau tempat yang terletak diluar ruangan.
3. Ketakutan akan bermacam-macam benda seperti ular, laba-laba atau burung.
Penyebab phobia
Banyak hal yang membuat seseorang mengidap phobia. Paling sering sih karena traumatis, terutama yang terjadi dimasa kecil. Phobia terjadi karena pikiran bawah sadar kita salah memberi arti terhadap peristiwa traumatis yang menyebabkan phobia.
Penyembuhan
Biasanya pengidap phobia cenderung membiarkan phobianya, dengan menghindari objek phobianya. Tapi daripada dibiarkan lebih baik diobati. Capek juga kan terus menghindar? Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan phobia:
1. hipnotis. Tentunya dengan bantuan ahli terapi dengan memasukkan sugesti-sugesti yang baik.
2. desentisasi yaitu dengan mendekatkan pengidap phobia dengan objek yang membuatnya takut Dengan cara bertahap dan membuatnya merasa rileks terlebih dahulu.
3. mengajarkan pengidap phobia untuk berespon menghadapi ketakutannya daripada panik saat takut.

Lihat gambar ini saja sesek dan keringetan sendiri.. ='(
Alhamdulillah phobia yang saya rasakan tidak terlalu parah,yang penting harus bisa mengendalikan diri,dan banyak berdo’a.
Walaupun udah ngerasa sesek,keringetan tapi muka harus tetep cool,biar g keliatan panik,hhe... =p




0 comments:
Post a Comment